Anis kembang hampir mirip dengan anis merah secara fisik kecuali warna bulunya yang berbeda jauh dengan anis merah. Jika anis merah mempunyai bulu dominan merah dan abu-abu, maka anis kembang ini memilik bintik-bintik hitam di dada yang putih dan ada kombinasi warna merah di kepala serta hitam di punggungnya. Bagi sebagian orang, anis kembang di sebut punglor kembang. Dengan nama latin (Chestnutcapped thrush) burung yang mempunyai suara bervariasi ini sempat naik daun di tahun 90an dan menurun di tahun-tahun belakangan.


Sumber Gambar: www.kaskus.us

Rusli Turut dalam bukunya Burung Ocehan Populer mengatakan bahwa anis kembang yang ada di pasaran berasal dari Tasikmalaya, Sukabumi, Jawa Timur dan Kalimantan. Jika di bandingkan, masing-masing burung dari daerah mempunyai kelebihan dan kelemahan. Awalnya, anis kembang -yang merupakan burung pendatang baru di blantika burung ocehan- sudah memiliki nilai jua yang cukup tinggi meskipun kicauannya masih sesekali atau ngeplong-ngeplong. Hal tersebut di sebabkan keberadaanya di pasaran pada saat itu cukup langka. Banyak penggemar burung berlomba menangkarnnya dan cukup berhasil. Dan kini, penangkaran anis kembang telah menyebar ke berbagai daerah (Rusli Turut, 2010)

Referensi: Turut, Rusli. 2010. Burung Ocehan Populer, Penebar Swadaya : Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top