Bagi penggemar burung berkicau, siapa yang tak kenal dengan burung ini. Anis merah biasa berkicau sambil menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan kekiri seperti orang yang sedang mabuk atau teler.Saat masih kecil, burung yang berwarna dominan merah bata ini mempunyai trotol-trotol sebagaimana murai batu.
Sumber Gambar: www.isnandar-gamablog.blogspot.com

Anis merah adalah salah satu burung lomba yang di favoritkan. Biasanya, saat lomba berlangsung, kelas ini juga selalu ramai oleh peserta. Tapi ada salah satu hal yang ditakutkan oleh para pemilik anis merah ini adalah jika anis merah `macet` atau mogok berkicau. Jika sudah macet, maka anis merah tidak akan mau berkicau sama sekali.

Anang Dewanto & Maloedyn Sitanggang dalam bukunya Buku Pintar Merawat dan Melatih Burung Kicauan mengatakan bahwa macet pada anis merah salah satunya di akibatkan oleh kesalahan dalam pemberian pakan atau perawatan sehari-hari yang berubah-ubah. Karena itu, ketika burung ini mogok, salah satunya jalan adalah dengan menyetel ulang pola perawatannya. Misalnya, mengatur pemberian pakan pokok berupa voer atau makanan tambahan (extra fooding) lainnya, seperti kroto, jangkrik dan ulat hongkong sampai burung itu mau berkicau lagi. Namun, itupun tergantung pada kesabaran dan ketekunan Anda.

Anis merah biasanya di beri extra fooding 2 ekor jangkrik yang di berikan pada pagi dan sore hari. Selain itu, di beri kroto satu sendok teh seminggu dua kali serta di beri buah, seperti pisang, apel, atau pir. Usahakan buah di berikan secara rutin 2-3 kali seminggu. Sebagai makanan pokok di berikan cacing tanah dan voer. Cacing di berikan setiap hari sebanyak 3-4 ekor, yang memiliki panjang sekitar 10cm. Sementara itu, voer harus selalu tersedia di dalam wadah pakan dalam sangkar dan harus sering di ganti agar tidak berjamur atau kena kotoran burung. (Anang Dewanto & Maloedyn Sitanggang, 2009)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top