Teknik ini di terapkan di kampus saya, mungkin juga berbeda di mana perguruan tinggi Anda berada. Tapi, teknik penulisan skripsi ini bisa di jadikan acuan dan bahan referensi.

A. Format Penulisan Skripsi
1. Bahan kertas, Ukuran dan Jumlah Halaman
a. Jenis kertas yang digunakan untuk skripsi adalah kertas HVS berwarna putih dan berukuran A4
b. Skripsi di sampul dengan kertas (hard cover) dengan warna biru tua, setiap bab di beri batas berwarna sesuai dengan pita pembatas untuk jurusan masing-masing:
c. Jumlah halaman skripsi minimal 60 halaman
d. Skripsi di gandakan empat eksemplar untuk di sampaikan kepada Fakultas, melalui Kepala Tata Usaha

2. Pengetikan dan Penulisan
a. Jarak antara tulisan dan tepian kertas, pita atas 4 cm, bawah 3cm, kiri 4cm kanan 3 cm.
b. Pengetikan antar baris berjarak dua spasi, dengan menggunakan mesin elektronik atau komputer. Jenis huruf yang digunakan normal dengna tipe huruf Pica atau Elite atau sejenisnya
c. Pengetikan pada kertas hanya di ketik pada satu muka (tidak boleh bolak balik) dengan batas pengetikan selebar empat centimeter pada tepi kiri dan atas serta selebar tiga centimeter pada tepi kanan dan bawah
d. Pengetikan alinea baru dimulai pada kharakter yang keenam dari batas tepi kiri pada masing-masing tingkatannya
e. Judul/nama bab di tulis dengan huruf kapital yang di atur simetris trapesium terbalik dengan batas pengetikan yang telah di tentukan
f. Sub judul/anak bab diketik mulai dari batas tepi kiri pada setiap tingkatannya. Setiap kata dimulai dengan huruf kapital, kecuali kata penghubung dan kata depan.  Pengetikan tanpa garis bawah dan tidak diakhiri titik. Kalimat pertama dalam sub bab judul dimulai dengan alinea baru.
g. Sub judul bab/bagian anak bab, di tulis dengan menggunakan huruf kapital untuk huruf pertama pada kalimat saja dan tidak di akhiri dengan titik, serta ditulis mulai dari batas tepi kiri pada tingkatannya dan diberi garis bawah
h. Perkataan tabel, gambar, dan lampiran ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama kata tersebut dan diletakkan secara simetris kiri kanan dari batas yang telah di tentukan.
i. Nama tabel, gambar dan lampiran di tulis dengan huruf kapital pada huruf pertama setiap kata kecuali kata penghubung dan disusun secara simetris kiri kanan dari batas yang telah di tetapkan.  Apabila lebih panjang dari satu baris, maka harus di susun sedemikian rupa sehingga menyerupai trapesium terbalik dan berjarak satu spasi.
j. Pencantuman tabel, gambar dan lampiran tidak boleh disajikan terpotong kecuali terdapat keterangan yang menunjukkan "lanjutan" (diberi garis)
k. Tabel, gambar, dan lampiran yang lebar, dapat di sajikan pada posisi memanjang dengan tabel, gambar, dan lampiran lebih lebar lai, maka halaman dapat diperlebar dengan cara direkat atau dilipat.
l. Tulisan pada sampul sama dengan tulisan pada halaman judul, yang di cetak dengan menggunakan tinta warna hitam

3. Penomoran
a.  Setiap halaman di beri nomor. Pada bagian awal di beri nomor angka romawi kecil, yaitu: i, ii, iii dan seterusnya yang diketik pada bagian tengah bawah.
b.  Setiap halaman Bagian Utama dan Bagian Akhir diberi nomor angka arab (1,2,3 dan seterusnya). Penomoran diketik pada sudut kanan atas sejauh dua spasi dari teks dan tiga centimeter dari garis tepi kertas. Kecuali apabila pada halaman itu di mulai bab baru. Dalam hal ini nomor halaman ditempatkan di bagian bawah halaman simetris kiri kanan atau ditiadakan, tetapi tetap diperhitungkan.
c.  Nomor urut untuk bab, sub bab, sub-sub bab, dan seterusnya dilakukan secara berturut-turtu sebagai berikut:
  1. Angka romawi besar untuk Bab tingkat I
  2. Huruf besar untuk Sub-Bab (Bab tingkat II)
  3. Angka arab untuk Sub-sub Bab (Bab tingkat III)
  4. Huruf kecil untuk Bab tingkat IV
  5. Angka arab dengan satu tanda kurung di belakang
  6. Huruf kecil dengan satu tanda kurung di belakang
  7. Angka Arab diantara dua tanda kurung
  8. Huruf kecil diantara dua tanda kurung
  9. Angka Romawi kecil di antara dua tanda kurung
 d.  Tiap tabel, gambar dan lampiran diberi nomor urut dari awal sampai akhir dengan angka Arab (1,2,3 dan seterusnya), tidak untuk masing-masing bab.
e.  Tiap persamaan atau rumus matematik, statistik dan lain-lain di beri nomor dengan angka Arab (1,2,3 dan seterusnya), yang diketik antara dua kururng pada posisi tepi kanan sejajar dengan penulisan rumus atau persamaan tersebut. Contoh: Y = a + bx

f. Nomor halaman lampiran tidak mengikuti nomor halaman laporan (tersendiri)

4. Pembagian Bab dan Sub Bab

  1.  Setiap bagian skripsi terbagi dalam sejumlah bab, setiap bab baru dimulai dengan halaman baru
  2.  Sebuah bab yang besar dapat diperinci dalam kesatuan-kesatuan bertingkat yang lebih kecil yang disebut anak-anak bab atau sub bab, setiap bab baru dimulai dengan halaman baru
  3.  Untuk membedakan sub bab dengan sub-sub dan seterusnya, maka cara penulisan bagian tersebut dilakukan dengan penomoran berbentuk angka, huruf secara berturut-turut dapat disebutkan sebagai berikut: 
    I. Bab (Bab tingkat I)
        A. Sub bab (Bab tingkat II)
             1. Sub-sub bab (bab tingkat III)
                 a. Bab tingkat IV
                     1) Bab tingkat V
                         a) Bab tingkat VI
                             (1)  Bab tingkat VII
                              A.  Bab tingkat VIII
5. Kutipan
a. Menurut jenisnya, Kutipan dapat dibedakan atas: Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuat teks asli.  Sedangkan kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat seseorang tokoh ilmuwan yang berubah intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut.

b. Cara penulisan kutipan lagsung adalah sebagai berikut:
  1.  Penulisan kutipan langsung harus sama dengan aslinya, baik yang berkenaan dengan susunan kata-katanya, ejaannya dan tanda bacanya (baik kutipan bahasa Indonesia maupun bahasa Asing)
  2. Kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih diketik dengan spasi satu, tanpa diberi tanda kutip pada awal dan akhir kalimat. Jarak 6 ketukan dari batas tepi baris.
  3. Kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris diketik dua spasi, dimasukkan teks dengan ditandai tanda kutip pada awal dan akhir kalimat
  4. Apabila dalam kutipan tersebut perlu dihilangakan beberapa bagian kalimatnya, maka bagian tersebut diberi titik tiga kali pada awal pengetikannya. Demikian pula apabila ditiadakan satu kalimat atau lebih dalam kutipan tersebut di ganti dengan titik-titik sepanjang baris.
  5. Setelah kutipan selesai ditulis, sebagai penunjukan sumber kutipan (referensi), nama pengarang dicantumkan hanya nama keluarga (family name), kemudian dibelakangnya di ikuti dengan penulisan dalam kurung tentang tahun buku di terbitkan dan halaman buku yang di kutip. contoh : H. Hamdan Mansur (1997:34) ditulis Mansur (1997:34). Penunjukan sumber kutipan/referensi dapat di cantumkan didepan atau dibelakang kutipan sesuai dengan urutannya.

    • Apabila di cantumkan didepan, maka penulisannya sebagai berikut:
      Menurut Mansur (1997:34)
    • Jika referensi ditulis di belakang, maka penulisannya menjadi:
      (Mansur, 1997:34)
  6. Apabila penunjukan referensi mempunyai nama pengarang yang sama dengan judul buku yang berbeda, maka penulisannya dapat dilakukan dengan memberi indeks angka atau huruf tanda kurung yang diketik naik atau spasi. Contoh : Kuntjoroningrat (    : 16)
  7. Penunjukan sumber referensi dengan jumlah pengarang terdiri dari dua orang atau maksimum tiga orang dapat dilakukan dengan menuliskan nama pengarang pertama saja. Contoh : Sunarso (2000:15)
  8. Apabila jumlah pengarang dari sumber referensi lebih dari tiga maka cukup nama pengarang pertama ditulis dan diikuti dengan singkatan et.al (et.al = dan lain-lain). Contoh: H. Hamdan Mansur et.al (1997:25) ditulis Mansur et.al (1997:45)
  9. Apabila sumber referensi diambil dari sejumlah kumpulan atau bunga rampai, cukup di tuliskan nama penyunting terakhir tersebut. Contoh: J. Ravianto ed. (1994:45)
  10. Apabila sumber referensi tidak ada nama pengarang, maka penunjukan referensi dapat dilakukan dengan menuliskan nama lembaga, apabila terlalu panjang dapat disingkat. Contoh: Lemhanas (2000:52)
  11. Apabila sumber referensi berasal dari jurnal atau majalah ilmiah maka dituliskan nama jurnal atau majalah edisi atau nomor penerbitan atau periode penerbitan (tanggal dan bulan), dan diikuti dalam kurung dan halaman. Contoh: Science.Nomor 9 (1992:23) atau Akuntansi.Jan(1991:10)


      12 komentar:

      1. '' Jumlah halaman skripsi minimal 60 halaman'' udah trmasuk cover, daftar isi dll yah? atau cuma isinya doang?

        BalasHapus
      2. '' Jumlah halaman skripsi minimal 60 halaman'' udah trmasuk cover, daftar isi dll yah? atau cuma isinya doang?

        BalasHapus
        Balasan
        1. Secara keseluruhan mulai dari cover sampe daftar pustaka bro

          Hapus
      3. brati cover di hitung juga mbak jes?

        BalasHapus
      4. Enggaklah dihitung itu dari daftar isi kalo skripsi

        BalasHapus
      5. Jumlah buku referensi minimal berapa ya mas?

        BalasHapus
      6. terkadang masing-masing universitas punya aturan sendiri (ciri khas) dalam menentukan format tulisan dll.

        BalasHapus
      7. biasanya semakin jos kampus atau kampus ternama biasanya syarat nya juga beda. misal di kampus Top A minimal 100 halaman segi grammar dan isi minimal 40lembar dikampus Ecek2 B minimal 45halaman. isi min. 15 lemabar

        BalasHapus
      8. yang lebih baiknya memakai metode penelitian kuantitatif atau kualitatif

        BalasHapus
      9. Boleh dipikirin contoh skripsi yang sudah selesai biar say liat tatacara penulisan. Sama kutipan nya yang benar

        BalasHapus
      10. Minimal 1 skripsi berapa bab?

        BalasHapus

       
      Top